Fimosis pada bayi dan khitan

Juli 19, 2007

Sekitar dua bulan yang lalu, anak saya, Rasha, mengalami demam cukup tinggi (39,5º C) selama beberapa hari. Biasanya jika dia demam akan disertai dengan tanda-tanda infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), seperti batuk dan pilek. Anehnya, waktu itu tanda-tanda tersebut tidak terlihat. Dokter Spesialis Anak (DSA) kami di RS Hermina Depok, menyarankan agar dilakukan uji laboratorium pada darah Rasha. Dan benar saja, berdasarkan hasil uji lab tersebut, terlihat bahwa kandungan leukosit dalam darah Rasha mencapai 23×109 per liter, normalnya kandungan leukosit dalam tubuh orang sehat berada pada rentang 4×109 hingga 11×109 per liter darah, angka hasil uji lab tadi menunjukkan tingginya tingkat infeksi pada tubuh Rasha. Saat itu DSA hanya menebak, kemungkinan infeksi tersebut terjadi pada ujung penis yang terlihat kemerahan, meski tanpa disertai pembengkakan yang umumnya menyertai infeksi. Selain itu, Beliau juga memerhatikan bahwa kulit di ujung penis anak kami susah terbuka dengan penarikan normal. Beliau menyarankan agar kami secara rutin menarik (pelan-pelan) kulit tersebut sampai bisa terbuka lebih besar.

Hal serupa terjadi lagi pada sekitar dua minggu yang lalu, Rasha demam tanpa disertai batuk dan pilek. Bedanya kali ini DSA kami lebih yakin dengan diagnosanya, Beliau menyatakan bahwa Rasha mengalami fimosis. Selanjutnya kami disarankan untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Bedah Anak, jika diperlukan kami juga mesti mempersiapkan khitanan/sunatan. Oh ya, saya lebih suka mempergunakan istilah khitan yang artinya spesifik menunjuk pada dipotongnya kulit diujung penis, daripada sunat yang artinya lebih umum. Dalam Islam, khitan memang sunat, puasa senin kamis juga sunat, sholat qablah dan ba’diah yang menyertai sholat wajib yang lima waktu juga sunat, dan masih banyak lagi amalan-amalan lain yang termasuk kategori sunat, selain hanya khitan.

Kembali ke topik, menurut DSA; jika fimosis ini dibiarkan maka kotoran-kotoran yang tertinggal di ujung penis akan sering menimbulkan infeksi, akibatnya anak menjadi lebih sering demam dan nafsu makannya akan turun, ujung-ujungnya ini bisa mengganggu masa pertumbuhan si anak. Di salah satu artikel, fimosis pada bayi atau anak kecil ini adalah hal yang lazim, bahkan di Jepang, fimosis ditemukan pada 88% bayi yang berusia 1 hingga 3 bulan dan 35% pada balita berusia 3 tahun. Pada artikel lainnya, saya temukan bahwa fimosis ini bisa disembuhkan dengan bantuan penarikan kulit ujung penis secara rutin, beberapa diantaranya bahkan dibiarkan saja karena akan menghilang sendiri seiring dengan tumbuhnya si anak. Khitan atau sirkumsisi adalah usaha terakhir dalam mengatasi fimosis. Tapi kami (terutama istri saya) tidak berani mempertaruhkan kesehatan Rasha, dengan menyandarkan pada informasi-informasi tersebut dan membiarkan anak saya begitu saja, buat anak kok coba-coba ™.

Hari Senin, 20070709, kami mengunjungi Dokter Spesialis Bedah Anak di RS yang sama. Kesimpulan dari hasil pengamatan dokter tersebut semakin memperkuat kesimpulan DSA sebelumnya tentang terjadinya fimosis pada anak kami. Selanjutnya Beliau menyarankan agar dilakukan khitan untuk mengatasi fimosis tersebut. Kami setuju, lalu Pak Dokter menjadwalkan khitanan untuk Rasha pada hari kamis, 20070712. Sebelum khitan, Beliau meminta kami melakukan test darah pada anak kami, sebagai salah satu prosedur pra operasi, dan meminta kami berkonsultasi dengan spesialis anestesi pada hari berikutnya.

Besoknya, pada hari Selasa pagi kami berkunjung pada dokter spesialis anestesi, sekalian kami mengambil hasil test darah di laboratorium RS Hermina Depok. Dalam pertemuan tersebut, Pak Dokter menjelaskan bahwa dalam khitan nanti, pada anak kami akan dilakukan pembiusan total, juga disampaikan bahwa kami mesti siap jika setelah Rasha sadar dari pembiusan nanti dia akan sangat rewel, menangis terus menerus selama sejam, tapi itu semua adalah normal. Saya sempat khawatir mendengar kata “pembiusan total” yang akan dilakukan pada Rasha, sebab saya menemukan artikel di arsip milis dokter_umum yang menyatakan bahwa seorang anak meninggal, tidak pernah sadar lagi dari pembiusan saat dia menjalani khitanan. Tapi saya tidak punya pilihan lain, sebab menurut Pak Dokter, bius lokal hanya boleh dilakukan jika usia anak sudah lebih dari 6 tahun.

Hari yang ditentukan tiba, Kamis 20070712 mulai jam 11.00 asupan makanan dan minuman untuk Rasha sudah dihentikan, dia wajib puasa mulai 4 jam sebelum operasi. Siangnya kami berangkat ke RS Hermina Depok. Kurang lebih jam 15.00, Rasha digendong ibunya memasuki ruang bedah, saya bersama beberapa saudara dan anak saya yang besar, Avin di ruang tunggu depan. 3 menit kemudian istri saya keluar, katanya dia hanya diperkenankan menjaga sampai Rasha terbius. Proses pengkhitanan sendiri berlangsung kurang lebih 15 menit, setelah itu Rasha dipindah ke ruang pemulihan.

Di ruang pemulihan istri saya menjaga Rasha, dia duduk di bed dan Rasha tidur di pangkuannya. Sementara saya dan saudara-saudara yang lain bergiliran melihatnya. Saat Rasha mulai sadar, dia langsung menangis keras, sepertinya dia tidak mengenali kami, orang tuanya, sampai beberapa waktu. Yang merepotkan, dia sering meronta-ronta, sedangkan di tangan kirinya dipasangi selang infus. Setelah 30 menit menangis dia tertidur kembali. Saat terbangun dia menangis lagi, tapi kali ini dia sudah mulai bisa merespon bujukan kami, kami lega.

Kurang lebih jam 17.30, setelah saya bereskan semua urusan administrasi, kami pulang. Malam itu hampir setiap sejam sekali dia terbangun dan menangis, tangisannya lebih keras ketika menjelang pipis. Saat dia menangis kami bergantian meniup bagian yang dijahit, sampai dia terlihat lebih tenang dan tertidur kembali.

Saya tidak tega melihat bayi saya merasakan sakit malam itu. Hari itu saat dikhitan usia dia belumlah genap 11 bulan, saya sendiri dulu dikhitan pada usia 12 tahun. Saran saya, jika anak anda masih bayi, janganlah dikhitan tanpa alasan medis yang dibenarkan. Tunggulah sampai dia berusia di atas 6 tahun dan niat untuk khitan datang dari dia sendiri. Di kalangan masyarakat ada yang pro dan kontra mengenai khitan, secara ilmiah mereka mempunyai argumentasi yang sama-sama kuat.

Hari ini Rasha saya sudah pulih, dia sudah mulai memanjat-manjat railing di tangga dan balkon rumah kami. Mudah-mudahan setelah ini dia tidak akan demam-demam yang seperti dulu lagi.

a similar circumcision story

40 Tanggapan to “Fimosis pada bayi dan khitan”

  1. M Fahmi Aulia berkata

    Hasan dan Hussain, cucu Rasululloh SAW sendiri dikhitan ketika akikah (7hari sejak kelahiran).

    Dalam Islam, khitan memang sunat, puasa senin kamis juga sunat, sholat qablah dan ba’diah yang menyertai sholat wajib yang lima waktu juga sunat, dan masih banyak lagi amalan-amalan lain yang termasuk kategori sunat, selain hanya khitan.

    kalo ‘ngotot’ masalah istilah, yg ‘benar’ justru SUNAH… :-)

  2. ristu berkata

    Ah engkoh, pembicaraan ini kan dalam Bahasa Indonesia, yang aslinya jum’ah sudah menjadi jum’at, hidayah menjadi hidayat, sunah menjadi sunat.

  3. long berkata

    berbagi pengalaman…
    tepatnya 27 september 2008
    anak kami gata shambarrawilli juga disunat pada usia 6 bulan,dikarenakan fimosis juga,
    sebelumnya kami sepakat kalo mau diobatin+terapi dulu,setelah dipikir2 mending sunat sekalian daripada nanti repot,
    sebelumnya kami mau ke dokter bedah di sbuah RS di bandung (ternyata banyak banget prosedurnya)
    akhirnya kami putuskan ke dokter khitan aja yg memang sudah berpengalaman dg hal tsb..
    kami daftar,masuk ruang khitan,dibius lokal,5 menit kemudian proses selesai.
    kemudian anak kami menangis sekitar 30 menit,pas di mobil udah ga nangis lagi,
    trus 2 hari udah kering
    ternyata khitan bagi bayi tidak semengerikan yg kami bayangkan,dan ditempat khitan tsb banyak bayi yg umurnya baru seminggu

  4. citra berkata

    Radya, anak pertama saya, juga didiagnosis Fimosis. Insya Allah besok dia akan menjalani khitan karena kami khawatir dengan kesehatannya. DSAnya (sama2 dari Hermina Depok) menjelaskan bahwa Fimosis bisa mempengaruhi ginjal dan menghambat pertumbuhan. Lagipula khitan memang sunnah, jadi sekalian aja :) Mohon doanya ya mas..

  5. ikhsan juga didiagnosa fimosis dan disarankan disunat. Tapi kami masih bingung apa harus bius total taukah lokal?? ikhsan sekarang masih 1 tahun 8 bulan

  6. tyas berkata

    kalau khitan waktu bayi gthu pake dibius ngk? heheh, kasian ngebayangin kecil2 dah dibius.

  7. lenny berkata

    kasian jga klo masih kecil di sunat … :(

  8. maswa berkata

    untuk anak di bawah 3 tahun biusnya total. tetapi dari penjelasan ds anestesi, bius total ini disesuaikan dosisnya kurang lebih selama operasi (15 menit) bukan dengan suntik tetapi dengan menutup hidung si bayi, sementara untuk daerah penis dilakukan bius lokal. Memang, yang membikin kami keder adalah di titik anestesi ini, tapi alhamdulillah bayi kami juga sudah selesai dikhitan

  9. Mas Rifai berkata

    assalamualikum semua
    Anak saya yang bungsu Rayhan, kemaren sore juga di diagnosis Fimosis, pertamanya kami berpikiran kalau penisnya di gigit semut or serangga, seharian dia menunjuk nunjuk penisnya sambil berkata bu..bu..dan rewel terus(anak kami masih 1,2 tahun belum lancar bicara), sore hari setelah mandi sore saya coba perhatikan lagi..kok tambah bengkak dan tidak ada bekas gigitan serangga.

    Kemudian saya dan istri berinisiatif untuk membawa ke RS.Hermina semarang, dan oleh Dokter yang jaga pada waktu itu mengatakan ada indikasi fimosis, dan menyarankan pengecekan lebih detail lagi di Dr.Bedah karena ujung penis anak saya sudah lengket..

    Sebenarnya saya pribadi lebih suka seandainya untuk proses khitan biarkan inisiatif muncul dari anak sendiri, dan biarkan dia mengenang peristiwa tersebut karena tidak mungkin khitan 2x kan? :)

    Yah..bagaimanapun juga sebagai orang tua hanya bisa mendokan dan berharap yang terbaik untuk anak-anaknya.

    untuk orangtua2 yang memiliki anak laki2 yang masih kecil dan belum khitan mungkin harus lebih di perhatikan lagi pada waktu membersihkan alat pipis ini

    cheerss
    wassalam

  10. Mas Rifai berkata

    alhamdulillah
    Rayhanku “si bu-bu” sudah selesai menjalani khitan karena fimosis,

    Pertama kali melihat Rayhan habis dioperasi agak miris memang dan sempat terbersit rasa kecewa kenapa saya memilih khitan untuk kesembuhan anak saya??..tidak bisakah dengan obat atau terapi lainnya??

    Proses khitan berlangsung kurang lebih 30 menit, dengan bius total, Setelah Rayhan siuman.meledaklah tangisnya..pokoknya miris sekali melihat kondisinya, di infus,nangis,penisnya masih merah2..

    Namun kondisinya langsung berubah 180′ setelah beberapa saat kemudian, setelah dia mimik susu (setelah puasa hampir 5 jam). Polah tingkahnya sudah seperti semula lagi gulang guling lari sani sini gak karuan :) Si bu-bu yang ceria sudah kembali lagi..seperti tidak merasakan bekas khitannya..cuman dia agak bingung kenapa bentuk”nya” sekarang berbeda?? ” buuu..bu…” celotehnya sambil nunjuk2 celananya

    syukur alhamdulillah, selamat datang lagi my baby boy..

    cheerss

  11. sodik berkata

    jika kecil menderita fimosis apakah bisa dengan metode sunat smartklamp?

  12. hes berkata

    Anak lakilaki saya 1 tahun 7 bulan juga akan dsunat jumat depan karena fimosis.’Bius total’ memang agak membuat kami khawatir.Kami berharap semua lancar dan ia kembali sehat.
    Terima kasih sudah berbagi pngalaman.Kami jg memeriksakan anak kami d hermina depok.

  13. Hani berkata

    Thanks infonya.
    Ciri fimosis itu apa?

    Azka sewaktu usia 1 bulanan memang direkomendasikan DSA nya untuk khitan, karena dikhawatirkan ada kotoran yang menyumbat di ujung penisnya. Kemudian kami mencari 2nd opinion DSA lain. DSA lain ini menyarankan observasi saja sampai usianya 1.5 tahun; karena memang pee-nya bayi sedang ‘mencari jalan’ keluar penis.

    Per tadi pagi, say alihat ujungnya agak merah. Apakah karena diapers atau apa. Agak khawatir juga siyh. Tapi ALHAMDULILLAH ga ada gejala yang menyertai seperti demam dsb.

    Semoga Azka ga perlu dikhitan di usia yang masih dini ini.

    Thanks a lot infonya.

    • ristu berkata

      Mbak Hani, ciri spesifik pada tiap anak mungkin berbeda, sebaiknya jika memang sering ada keluhan dengan putranya karena ujung penisnya memerah dan demam, segera datang ke DSA agar dapat diobservasi lebih lanjut. silahkan mencari second opinion jika pendapat DSA pertama dirasa kurang sreg

  14. bumgenius berkata

    anak saya (7 bulan)didiagnosis fimosis, dan kami berencana akan melakukan khitan stelah infeksi saluran kemihnya hilang (saat ini sedang pengobatan antibiotik). oleh dokter bedahnya disarankan unuk bius total, tp dokter anaknya menganjurkan bius lokal. skrg kami sedang mencari second opinion ke dokter bedah lain.. smoga ditunjukkan cara yg terbaik, amin..

  15. ibu adi berkata

    anak kami (yahya, 7 bln) sore ini InsyaAllah mau di khitan oleh dr.SpBA (RS Jogja Internasional Hospital). Mohon do’a nya semoga lancar dan kami (ortu yahya) diberi kesabaran dan ketabahan…

  16. bundaffa berkata

    salam…
    saya juga sedang mengumpulkan informasi soal ISK, fimosis dan khitan untuk anak saya yang bulan depan genap 3 th. sampai saat ini dia sudah 3x menderita ISK, bahkan yang ke-2 dan ke-3 kali hanya berselang 2 minggu.
    entah daffa fimosis ato tidak, krn dokter ga bilang apa2 soal itu, beliau2 hanya menyarankan untuk khitan.. tp yang jelas lubang pipisnya memang kecil sekali dan kalau kulit ujung tititnya ditarik, kepala tititnya ngga keliatan. kalo pipis juga ada gembungan gitu di ujung tititnya. ini hati dan pikiran juga lg bingung, antara iya-engga, tega-ngga tega, kuatir-pasrah, campur aduk lah..ditambah lagi dengan keluarga *nenek kakeknya* sepertinya tidak mendukung untuk khitan, mungkin ya krn alasan kasian, tidak tega dan alasan momen khitan yang harusnya jadi kenangan tersendiri buat si anak..
    belum juga masalah bius lokal vs total..haduh..lengkap sudah bingungnya..
    ko jadi curhat ya.. :)

    yaaahhhh…moga2 bisa cepet dapet keputusan terbaik, hati dan pikiran mantap dan ikhlas, dan daffa sehat lah…amiin..

    • ristu berkata

      @Bundaffa, kalau boleh urun saran; jika memang ada alasan medis yang mendesak, sebaiknya dipersiapkan agar putranya menjalani khitan saja. kasihan juga kalau dia terus terganggu kesehatannya karena ISK, khawatirnya ini akan mempengaruhi perkembangan/pertumbuhan putranya.
      Pilihannya memang tidak mudah, masing-masing ada resikonya

  17. Rummi rabiah berkata

    Malam nanti anak saya, Gavriel (2 th) juga mau di khitan karena fimosis. juga di RS.Hermina Depok. Terimakasih anda menuliskan pengalaman ini. Ini menguatkan hati saya yang harus menghadapi hal ini sendirian. Mohon do’anya agar semua berjalan lancar…

  18. budi hartono berkata

    ass.kum, 2 bulan yg lalu pas masih diluarkota saya dpt kabar anak saya pas mau pipis menangis dan keliatan kesakitan yg luarbiasa katanya. Sama bundanya anak saya dibawa ke dr.Sp.B dan putra saya ujung kulit kemaluanya dirobek sedikit biar pipisnya lancar dan alhamdulillah sehabis itu emang lancar, tpi dr bilang kalo nanti kambuh lagi jalan satu-satunya emang dikithan. Jum’at 22 januari 2010 putra saya pas pipis kesakitan lagi, sebenarnya takut+kasian ma anak saya kalo dikithan tpi kalo liat pas kesakitan hancur hati ini. Saya ga tega justru istri saya yg nguatin kalo putra saya harus secepatnya dikithan. Senin 25januari 2010 jam 16.00 putra saya yg paling ganteng & umurnya baru 6 bulan akhirnya dikhitan. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar selasa 26 jan boleh dibawa pulang. Semoga putra saya menjadi anak yang sholeh, amien.

  19. eda (ibunya kembar) berkata

    ass pak ristu…
    salam kenal, sy eda ibunya nunu (4m2w). bayi sy cewe, 2 bln terakhir tiap kali pipis sy sll mendapati flek warna pink dicelananya. dari hsl sharing kemilis katanta itu adlh fimosis. pd bebi cewe apa hrs dikhitan jgkah?

  20. Eny berkata

    Anak saya umur 5 bln jg d khitan akibat fimosis..yg saya mw tanyakan,gmn caranya supaya cpt kering dan apa kah boleh pakai pampers?soalnya waktu keluar dr ruang operasi dy lgsg d pakaikan pampers tp longgar sih..mhn bantuannya..mksh..

  21. mimi ayen resis berkata

    anak saya usia 4 bulan sudah dikhitan dengan bius total,klo mau kencing nangis terus kasian liatnya.sebagai org tua saya hrs tegas akhirnya saya tega2in dikhitan dng bius total,rontgen,cek darah lengkap…untungnya anak saya bima memang perkasa sesuai namanya,dia bisa melewati semua.sekrg bim2 sudah berumur 15bulan..semenjak disunat sampai sekarang dia tdk demam tanpa sebab lg.THANKS GOD

  22. bunda alf berkata

    trims sharing nya. jadi tahu apa itu fimosis.

  23. Bobby berkata

    Makasih artikelnya om Ristu, informasi ini sangat membantu kami, kbtln sekarang kita lagi banyak baca2 artikel soal fimosis. My baby boy (Irfan Haarys Nugroho), hasil pemeriksaan dokter anak di Sidoarjo mengalamai fimosis dan dirujuk ke dokter urologi utk konsultasi, harus khitan atau bagaimana.

  24. ervin berkata

    Ray, anak kami didiagnosis fimosis, sabtu ini (besok 12/02/2011), padahal usianya baru 12 bulan

    dah sebulan ini mikirin, jadi pusing sendiri terlebih liat info disini “http://www.infocirc.org/methods2.htm”

    awalnya saya pribadi inginnya sunatnya ditunda hingga rau agak besar, tapi belakangan ini sering demam,dan lumayan tinggi kadang hingga 39 derajat.
    dokter specialis bedah anak juga menyarankan sunat.

    ya… mohon doannya ya.. Semoga tidak ada hal2 yang diluar dugaan.

    Insya Allah

  25. mimi berkata

    anak aq baru 40hari di khitan tanpa bius2an nyatanya 3hr jg uda sembuh…

  26. wahyu t.w berkata

    Hari ini tanggal 9 Desember 2011,jm 08.30 anak kami muhammad nafi’ m.w. Akan di khitan krn diagnosa fimosis jg. Usianya baru genap 4 bulan, sejak td malam kami kuatir trus krn belum pernah ada pngalaman ttg khitan pd bayi,tp stelah browsing dan melihat artikel ini maka sya sma istri semakin mantap untuk menjalani proses khitan buat cah bagusku.bismillah smg lancar.amiin

  27. bunda dan ayah dika berkata

    Asskum..
    Trimakasih pak atas artikelnya,coz pagi ini prasaan kami ckup lega stelah membaca blog ini. Pagi ini jagoan kami muhammad nafi’ m.w. Yg bru genap usia 4 bulan jg akan di khitan krn diagnosa fimosis jg,dr td mlm kami kuatir krn blm prnh ada pngalaman khitan pd bayi.smg nanti op nya lancar..amiin. Wasskum.

  28. Yuliana berkata

    Sekarang anak saya usianya msih 5,5 bulan menurut dr,mario menunjukkan tanda2 simosis

  29. fadhilah berkata

    mohon infonya, ciri2 fimosis apa saja?
    putra saya (7bln) sejak lahir klo pipis, bekas di kain clananya warna merah jika didiamkan lebih dari 3 jam, bukan seperti bekas air ompol biasa tp bukan bercak darah yang merah.
    DSA menyarankan observasi sampai 1 th.
    apakah ini trmasuk fimosis?
    mohon sarannya…
    thanx

  30. arwan berkata

    anak sy fadhil usia 22 bulan sering demam bahkan smp kjang bila dmamnya 39. dr menyarankan untuk khitan. sy bingung antara khitan dan tidak. krna ada dokter yg menyarankan supaya tiap hari di tarik2 kebelakang biar lubang pipisnya bisa terbuka. mau sy khitankan gk tega misalkan di bius total. kalo gk di khitan takut demam lagi

    • ardiana berkata

      Saya jga masih bingung setengah mati, Abrar anak saya (16bln) pnh didiagnosa fimosis.juga smp sekarang blm saya khitan . Masih takut .. Antara iya , bingung .. Dan kasihan …. Maklum anak satu2nya … Smp detik ini blm ada alasan yg menguatkan saya untk mengkhitan abrar …….
      Mohon infonya yaa …

  31. bunda gefano berkata

    Nasib saya sama yang dialami keluarga pak ristu bedanya usia anak saya 1 th 3 bln Sediih rasanya bila mendengar kta – kata FIMOSIS karena anak saya juga menderita sakit tersebut,waktu itu anak saya juga demam tapi anaknya masih sangat aktif pas waktu saya mandiKan kebetulan anak saya buang air kecil ( BAK )saya sempat kaget juga dan was-was kenapa penis anak saya jadi membesar?tetapi setelah air kencingnya habis keadaan penis anak saya kembali normal

  32. imam mustain berkata

    Kenzie anak kami Ÿª♌g ke 2, sekarang hampir genap setahun jelang ulang tahun pertama tgl 15 oktober 2012, 2 kali my baby harus jalani opname di RSI jemur sari, Ÿª♌g pertama jelang puasa kemarin dan Ÿª♌g ke 2 pada akhir bulan sepr 2012, seusianya kenzie termasuk anak yg pertumbuhannya cukup lambat dan sering kali sakit sakitan dan sampai sekarang ini belum dilakukan imunisasi campak karena mendengar cerita anak sakit tidak diperkenankan untuk dilakukan imunisasi.

    Kenzie Ÿª♌g sering panas disarankan DSA untuk di khitan, was was bercampur nggak percaya. Kenapa dan apa hubungannya panas kenzie dengan alat kelamin , kenapa harus di khitan ? Tapi udahlah mungkin ªκ̣̝̇μ̥ terlalu bodoh untuk mambahas kasus ini.

    Khitan nggak khitan nggak masih berkecamuk dalam hati dan ªκ̣̝̇μ̥ browsing menacari artikel tantang kasus ini dan setelah mencermati banyak Ÿª♌g mengalami kasus tersebut, dan ªκ̣̝̇μ̥ memutuskan sama istri untuk membuat janji dengan dr ahmad dr RS PHC untuk menjalani khitan smartklemp pada sabtu besul hr sabtu besuk.

    Kenzie… Bila itu piliham terbaik untuk kesehatanmu tidak apalah nak bukannya ayahmu tega dengan khitanmu tapi ini demi kebaikanmu.

    Semoga di beri kelancaran … ‎​​O:)…آمِينَ ياَ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

  33. bani berkata

    nama saya Bani, satu bulan yg lalu anak saya di fonis infeksi saluran kencing atau fimosis oleh RS ADAM MALIK medan, dan apa boleh buat dia di khitan,, tapi semua itu sia sia malah saya rasa anak saya Walid guitar sa dewa toh ga bisa kencing juga,, saya selalu kontrol kembali tapi apa.. gak ada sedikit pun kata dan solusi di berikan dokter,, dan sampai sekarang anak saya terpaksa memakai selang atau kata medis nya kateter.. saya gak tau lagi harus berbuat apa,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: